3 Hal yang Ayah Perlu Lakukan Untuk Sang Bayi

Bayi adalah buah hati bagi setiap orang tua. Kita sebagai orang tua tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk anak kesayangan kita. Akan tetapi tahukah teman teman sekalian bahwa sebagai ayah kita juga wajib loh melakukan beberapa hal yang khusus untuk bayi kita.

Nah, tentunya tidak semua ayah dan orang tua mengerti mengenai hal ini bukan? Oleh karena itu kami akan memberi tahukan beberapa informasi kepada teman teman mengenai 3 hal penting yang perlu kita lakukan pada bayi kita jika kita adalah seorang ayah. Bagi yang penasaran berikut adalah beberapa penjelasannya yang bisa teman teman ketahui.

 3 Hal Wajib yang Harus Dilakukan Ayah Kepada Sang Bayi

  1. Melakukan Sentuhan

Sentuhan bayi dan ayah

Salah satu hal yang wajib untuk dilakukan oleh sang ayah dengan bayinya adalah melakukan sentuhan sentuhan kecil. Mengapa penting? Karena sentuhan sentuhan itu akan membangun ikatan emosional Antara ayah dan anak. Selain itu stimulasi terhadap otak si bayi akan lebih baik lagi dengan adanya sentuhan sentuhan ayah dan anak.

Jadi pastikan teman teman yang sudah memiliki buah hati untuk sering sering melakukan sentuhan dan memberikan perhatian kepada si buah hati karena ini juga akan membuat otaknya lebih berkembang dengan stimulasi sentuhan dan perhatian secara emosional yang diberikan oleh sang ayah.

  1. Bermain Bersama

Ayah bermain dengan anak

 

Membangun hubungan emosional Antara ayah dan anak memang sangat penting terutama karena pekerjaan ayah terkadang membuat hubungan keduanya tidak sedekat anak dan ibu. Oleh karena itu penting untuk meluangkan waktu anda sebagai ayah untuk bermain bersama dengan si bayi. Dengan demikian bayi akan merasa tenang, dan senang karena perhatian yang diberikan benar benar terpenuhi.

Selain itu hubungan emosional Antara ayah dan juga anak juga akan terpenuhi dengan bermain bersama. Menjalin keakraban sedari dini sangat penting untuk memperkuat hubungan ayah dan anak. Bermain bersama juga membuat si bayi terstimulasi dan membuat berbagai macam sensornya berkembang lebih pesat lagi nantinya.

  1. Menemani Tidur

Bermain bersama ayah

Salah satu kewajiban dan juga hal yang harus dilakukan sang ayah terhadap sang bayi adalah menemani si bayi tidur. Ya mungkin hal ini terlihat tidak signifikan akan tetapi sebenarnya hal ini sangat penting untuk dilakukan oleh sang ayah. Selain bisa menemani si bayi dalam tidurnya, sang ayah juga bisa membantu untuk mengawasi bayi dalam tidurnya, sang bayi bisa tidur lebih tenang karena berada bersama dengan sang ayah dan secara tidak langsung ini akan membuat si bayi merasa lebih aman.

Jikapun si bayi terbangun ia tidak akan langsung menangis karena keberadaan sang ayah membuat sang bayi lebih tenang. Selain itu jika ada apa apa sang ayah bisa langsung sigap untuk mengurusi bayinya dengan lebih cepat, dan hal ini juga membangun ikatan emosional Antara ayah dan bayi. Wah, ternyata menarik sekali ya beberapa hal yang perlu kita lakukan itu.

Selain menstimulai bayi kita, beberapa hal tersebut juga bisa memberikan ikatan emosi Antara ayah dan anak. Jadi para bapak bapak sekalian, segera saja lakukan beberapa hal yang kami rekomendasikan di atas ya, dan pastikan anda sekalian memberikan perhatian yang sepadan kepada buah hati anda karena bagaimanapun juga ikatan emosi dan perhatian merupakan stimulant yang sangat penting dan berharga untuk buah hati kita.

Artikel ini merupakan kerjasama antara thingsforbaby.net dengan mahabet.org, situs bola online yang aman dan terpercaya.

Pro Kontra Tentang Baby Walker: Alternatif Lain Baby Walker

Pro kontra baby walker

Apa Itu Baby Walker

Baby walker merupakan sebuah alat seperti kursi yang digunakan untuk duduk para bayi yang sedang berlatih berjalan,memiliki roda di bagian bawahnya dan memiliki pembatas agar bayi tersebut tidak terjatuh.

Bahaya Baby Walker

Penggunaan baby walker sebenarnya sudah banyak dijumpai di Indonesia sejak lama. Banyak orangtua yang menggunakan baby walker untuk anak mereka. Di luar negeri seperti Kanada, Amerika Serikat dan Inggris penggunaan baby walker juga sudah menjadi hal umum. Namun yang menjadikannya berbeda, di negara-negara tersebut penggunaan baby walker kini mulai dilarang dan sempat menjadi pro kontra tentang baby walker.

Sementara di Indonesia penggunaan baby walker tidak menjadi permasalahan yang dianggap serius dan belum dilarang oleh pemerintah. Mengapa negara seperti kanada dan Inggris melarang masyarakatnya menggunakan baby walker pada anak-anak mereka? Karena di sana telah dilakukan penelitian bahwa penggunaan baby walker alih-alih menjaga keamanan para bayi tetapi justru mencederai para bayi.

Para orangtua yang menggunakan baby walker pada anak mereka bermaksud agar anak mereka tetap aman ketika mereka sibuk melakukan pekerjaan lain seperti membersihkan rumah. Namun keberadaan roda pada baby walker tersebut justru dapat mencelakakan para bayi. Karena para bayi yang tidak diawasi akan bergerak-gerak dan berusaha berjalan.

Baby walker-alat bantu jalan pada bayi

Gerakan dan usaha mereka tersebut membuat baby walker yang mereka kendarai ikut berjalan dan tak jarang para bayi yang duduk di baby walker menabrak benda-benda lain di sekitarnya termasuk dinding. Bahkan ada beberapa kasus di mana seorang bayi terjatuh dari tangga bersamaan dengan baby walker yang ditumpanginya. Jadi bayi tersebut mendapatkan cedera dua kali yaitu terjatuh dari tangga dan kemungkinan tertimpa baby walker tersebut.

Selain untuk masalah keamanan, para orangtua beranggapan bahwa penggunaan baby walker dapat membantu anak mereka untuk berlatih berjalan. Namun menurut penelitian para ahli di Inggris, penggunaan baby walker yang terlalu sering justru menjadikan bentuk kaki dan cara berjalan anak-anak tidak normal.

Apakah Tidak Boleh Menggunakan Baby Walker?

Baby Walker-alat bantu jalan

Penggunaan baby walker sebenarnya tidak apa-apa asal dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Penggunaan baby walker sebaiknya di bawah pengawasan orang dewasa. Jangan menggunakan baby walker jika Anda ingin melakukan pekerjaan lain. Anda tetap harus mengawasi anak Anda jika ingin menggunakan baby walker
  2. Taruhlah anak Anda di tempat yang lapang. Jangan tempatkan anak Anda pada baby walker di sekitar ruang yang sempit dan terdapat banyak perabotan lain
  3. Jangan gunakan baby walker di lantai atas. Karena bila anak Anda berada di lantai atas dan Anda meletakkannya pada baby walker maka kemungkinan anak Anda bisa terjatuh dari tangga
  4. Jangan menggunakan baby walker untuk melatih anak Anda berjalan terlalu sering. Lebih baik latih anak Anda berjalan secara manual. Gunakan baby walker sesekali saja bila Anda sudah mulai terasa lelah.

Alternatif Lain Baby Walker

Baby walker tanpa roda

Untuk menyelesaikan pro kontra tentang baby walker tersebut maka sebaiknya Anda menggunakan alternatif lain selain baby walker. Bila Anda memang sibuk dengan pekerjaan lain dan membutuhkan alat untuk menjaga anak Anda agar tetap aman maka Anda bisa menggunakan alat semacam baby walker tapi tanpa roda.

Dengan menggunakan baby walker tanpa roda tersebut maka akan mengurangi kemungkinan anak Anda cedera akibat benda lain dan jatuh dari tangga. Anda juga bisa menggunakan pagar penjaga dengan tinggi yang melebihi tinggi anak Anda.

Dengan menggunakan pagar tersebut anak Anda tetap bisa berjalan bebas dan melakukan eksplorasi dan kemungkinannya untuk cedera sangat kecil. Karena mereka tidak akan bisa pergi melewati pagar pembatas tersebut.

 

Bunda, Yuk Ketahui Plus Minus Disposable Diapers vs Clodi

 Membahasa mengenai popok, maka para orang tua akan dihadapkan dengan dua pilihan yaitu disposable diapers dan cloth diapers (Clodi). Cloth diaper atau popok kain ini sebenarnya sudah dikenal lama dan dipakai oleh orang tua jaman dahulu sebagai popok tradisional. Seiring perkembangan jaman, lalu muncullah disposable diapers. Lalu apa sih plus minus disposanle diapers vs clodi ini?

 

Cloth Diapers: Keunggulan dan Kekurangan

Cloth dipres untuk bayi

Clodi ini sedang digandrungi oleh ibu-ibu karena dapat digunakan berkali-kali setelah dicuci. Sebelum sampai pada jaman clodi, dahulunya para ibu menggunakna popok kain yang berbahan tipis dan memiliki tali untuk diikatkan ke pinggang bayi. Namun, popok ini memiliki daya serap yang kurang. Setelah itu muncul pospak dengan yang efektif menampung pipis.

Namun, pospak hanya sekali pakai sehingga membutuhkan pengeluaran yang lebih. Dan sekarang muncullah clodi yang dianggap sebagai penyempurnaan dua jenis popok itu. Yap, clodi ini menggabungkan konsep popok kain tradisional dengan pospak yaitu keamanan dan kepraktisan. Keamanan karena tidak terbuat dari bahan kimia, dan kepraktisan karena popoknya dapat digunakan berkali-kali.

Karena dapat dicuci dan digunakan kembali, clodi lebih menghemat pengeluaran, lho. Selain itu, clodi juga turut menjaga keamanan lingkungan karena bahan baku clodi ramah lingkungan. Berbeda dengan popok sekali pakai yang menambah tumpukan sampah. Selain itu, clodi bisa juga disimpan untuk digunakan ketika Bunda memiliki bayi lagi. Semakin menghemat biaya, kan?

Namun, clodi ini memerlukan perawatan yang baik lho, Bunda. Harus berkali-kali dicuci sampai bersih agar bisa kembali nyaman dipakai si kecil. Selain itu, harus menyimpan clodi di tempat yang tidak lembab pula agar kain popoknya terhindar dari jamur dan bakteri-bakteri lain yang dapat membahayakan si kecil. Harus hati-hati ya Bunda. 

 

Disposable Diapers: Keunggulan dan Kekurangan

Disposible diapres

 

Berbeda dengan clodi, disposable diapers ini hanya untuk sekali pakai. Biasanya bahan yang digunakan untuk membuatnya antara lain fluff pulp, natirum polyacrylate, dan tissue. Bahan tersebut digunakan karena memiliki daya serap tinggi. Disposable diapers atau lebih dikenal sebagai disposable diapers ini dinilai hadir sebagai alternatif dari popok kain yang harus dicuci.

Disposable diapers lebih praktis karena Bunda tidak perlu lagi mencuci popok apabila ingin digunakan kembali. Selain itu, ukuran disposable diapers bervariasi sehingga bisa disesuaikan dengan ukuran si kecil. Bahan-bahan dengan super absorption ini juga keunggulan yang dimiliki disposable diapers karena anti bocor.

Namun, disposable diapers memiliki harga yang lebih mahal ketimbang popok kain, ya sesuai dengan kualitas yang ditawarkan sih. Harga yang mahal ini juga berdampak pada pengeluaran yang banyak juga apalagi disposable diapers kan sekali pakai, duh! Dan yang membuat khawatir lagi adalah disposable diapers dicurigai memiliki kandungan pewarna yang memicu alergi. Wah, Bunda perlu hati-hati nih.

 

Jadi, Jenis Diapers Apa yang Direkomendasikan?

Cloth dipres untuk bayi VS disposible diapres

 

Sebaiknya, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Bunda. Dari segi finansial, clodi lebih bisa menghemat pengeluaran daripada disposable diapers. Namun, Bunda harus menerima segala konsekuensi saat memilih popok tersebut.

Kalau pakai clodi, harus rajin nyuci dan simpan dengan baik. Ya, tidak susah kan mencucui clodi si kecil tercinta? Apalagi sekarang ada mesin cuci, segalanya jadi mudah deh, Bunda. Tapi mencuci dengan tangan lebih direkomendasikan biar lebih bersih merata.

Kalau pakai disposable diapers, harus siap-siap beli banyak karena apalagi kalau si kecil sering banget pipis atau pun bab. Tapi, Bunda tidak perlu repot mencuci berkali-kali, paling yang harus diperhatikan adalah membuangnya di tempat yang tidak mencemari lingkungan.